Perkuat Jurusan Event Management, MNP Jalin Kerja Sama dengan Politeknik Internasional Bali

MNP kembali memperkuat jurusan Event Management dengan mengadakan kerja sama. Saat ini, pendidikan Vokasi menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten. Selain itu, untuk memperkuat ekosistem vokasi tidak hanya perlu dilakukan melalui link and match antara institusi pendidikan dan industri, melainkan juga dengan sesama institusi pendidikan khususnya politeknik yang merupakan model perguruan tinggi vokasi terdepan saat ini. 

Hal ini disadari oleh Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) dan Politeknik Internasional Bali  (PIB) yang menjalin kerja sama melalui seremoni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus MNP, Gading Serpong, Tangerang (8/3). Kerja sama yang akan dilakukan meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

MNP Menyambut Baik Kerja Sama Event Management dengan Politeknik Internasional Bali

Roy Anthonius Susanto selaku Direktur MNP merasa senang dengan kerja sama ini. Khususnya untuk mengembangkan Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (PKA) atau yang lebih dikenal sebagai Jurusan Event Management.

“Momen ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya kita sudah berdiskusi dengan Kaprodi Event Management PIB. Kami masih perlu belajar dari PIB yang telah berdiri sejak tahun 2017. MNP sendiri merupakan bagian dari UMN & Kompas Gramedia yang ingin mengembangkan pendidikan vokasi. Inisiatifnya sudah sejak 2020, kemudian ada pandemi dan salah satu jurusan kuliah, Event Management mau memanfaatkan kenaikan industri event dan pariwisata di 2021. Tahun 2022 lalu, kita sudah punya 38 mahasiswa,” jelas Roy.

PIB yang diwakili oleh Director of Partnership & Event, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc menyambut baik kesempatan bekerja sama dengan MNP . Direktur yang lebih akrab disapa Erika mengungkapkan semangatnya untuk diskusi lebih lanjut mengenai kegiatan konkrit yang bisa dikerjasamakan di Jurusan Event Management PIB atau yang disebut sebagai Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Peristiwa (PKP). 

“Awal bulan depan kita bisa lecturer exchange dimulai dari online class. Untuk bekerja sama dalam pengembangan pendidikan, di kami sangat cepat prosesnya. Di kampus kami juga ada hotel di mana dosen tamu bisa stay di sana karena 85% mahasiswa kami berasal dari luar Bali, jadi ketika orang tuanya berkunjung akan lebih nyaman menginap di sana. Kalo ke Bali, mohon berkunjung ke kampus kami. Kampus hijau dengan resort style,” undang Erica.

Kerja Sama Perkuat Jurusan Event Management

Pada kesempatan ini, Jurusan Event Management yang dikepalai Rangga Anggara berharap kerja sama kali ini tidak hanya berhenti di MoU tetapi berlanjut sampai tahap implementasi sesegera mungkin. Kolaborasi untuk kurikulum dan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dirancang melalui kegiatan yang saling melengkapi.

“Harapannya kita rancang MBKM melalui student exchange. Bisa sama-sama belajar untuk menerapkan teknologi dalam event. Bukan cuma di mahasiswa, pengajar juga bisa kontribusi melalui exchange. Visinya kita kan mau jadi world class polytechnic, dan di Bali kan banyak turis, jadi mahasiswa bisa dibantu praktiknya untuk lebih fasih berbahasa asing di sana,” ujar Rangga.

Sesama Politeknik bukan lagi sebagai kompetitor

Lebih jauh, Roy menambahkan bahwa pengelolaan politeknik harus berbeda dengan universitas. Dengan pemikiran ini, MNP dan PIB yang tergabung dalam Perkumpulan Politeknik Swasta (PELITA) Indonesia perlu memiliki semangat yang sama karena perguruan tinggi vokasi masih memiliki tantangan yang sangat banyak.

“Tantangan ini termasuk penerimaan mahasiswa baru, stigma masyarakat, penyerapan dunia industri yang belum mengenal sarjana terapan dalam penerimaan karyawannya. Kita gak bisa lagi melihat sesama vokasi sebagai kompetitor, jadi kerja sama yang lebih strategis bisa mencairkan sekat-sekat persaingan. Untuk meluruskan stigma, bahwa politeknik adalah alternatif Pendidikan tinggi.”

Menurutnya MNP dan PIB bisa saling meng-cover, misalnya dengan saling bertukar fungsi, karena di Tangerang terdapat ICE dan Santika sebagai sarana besar Meeting, Convention, Exhibition, dan Concert. Sedangkan Bali memiliki banyak lokasi wisata untuk Incentive Trip hingga Special Events seperti agenda seni dan budaya hingga olahraga.

Wakil Direktur MNP, Dessy Novita Lengkey menjelaskan bahwa MNP juga memiliki Digital Animation dan E-Commerce Logistics. Jadi, jika ada kolaborasi Tangerang-Bali akan lebih baik. Setidaknya ada semacam lecture session.

“Di MNP lagi kembangkan pondasi softskill dan pengembangan karakter. Di PIB kan mungkin berbeda. Berikutnya Kita ingin anak-anak kita gak cuma berkembang di sini-sini saja, tetapi juga lebih banyak pengalaman ke luar kampus. Semoga segera setelah menyelesaikan proses akreditasi, kami akan segera mengunjungi PIB,” pungkasnya.

Menu