Mahasiswa & Dosen MNP Belajar Perkembangan AI dan Media dari Filipina

Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) secara berkesinambungan konsisten untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) baik pendidik, terdidik, maupun tenaga kependidikan. Kali ini MNP berkolaborasi dengan University of The East, Philippines, menyelenggarakan Public Seminar bertemakan History & Future Technology of Media & Education. Seminar dibawakan oleh Dr. Alexis John M. Rubio dan Dr. Alberto T. Paala Jr.

Berlangsung di Nusantara Theater, Kampus MNP, Gading Serpong, Tangerang, seminar ini dimoderatori oleh Ir. Eko Prabowo, MBA., M.Sc. selaku Business Development Manager MNP. Kedua pembicara terbagi dalam dua sesi, yakni The Rise of AI and Its Impact on Education dan History of Philippines Media.

Munculnya AI dan Dampaknya pada Edukasi

Pada sesi pertama, Dr. Alex membicarakan mengenai Artificial Intelligence (AI), mulai dari awal hingga perkembangannya di masa kini. Ia mengatakan, banyak orang tahu bahwa AI baru muncul dan berkembang dalam dekade ini, khususnya ketika muncul fenomena ChatGPT dari Microsoft. Nyatanya AI sudah terpikirkan sejak 1940 hanya saja baru diistilahkan sebagai Artificial Intelligence di tahun 1960.

“Perkembangan yang lebih pesat terjadi pada 1982 di Jepang. Pada praktiknya, AI adalah kecerdasan menyerupai manusia yang dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia. Sistem kerja AI sama halnya seperti manusia yang meningkatkan keterampilan dengan pelatihan,” jelas Alex.

AI banyak memberikan kemudahan dalam kehidupan, seperti halnya keberadaan Google Assistant dan Siri dari Apple. AI juga dapat membantu di bidang pendidikan dengan adanya berbagai tools yang dapat membantu proses belajar mengajar seperti turnitin, smart sparrow, dan google. Dengan menggunakan AI, kita bisa mengakses lebih banyak informasi dalam pendidikan. 

The AI is not for cheating, it’s for improving academic and education experience. Jadi penggunaan AI akan menjadi positif jika intensinya positif,” tambah Alex.

Selain banyak manfaat yang diberikan, tentu AI juga memiliki kekurangan dan tantangan yang harus dihadapi. Seperti yang kita ketahui, AI tidak memiliki emosi seperti manusia. AI juga terlalu bergantung pada teknologi, jadi jika tidak ada search engine seperti Google atau Bing ditambah internet, maka AI tidak bisa dijalankan. Ketergantungan pada teknologi ini berpotensi memunculkan masalah pada privasi dan keamanan data individu di kemudian hari.

Perkembangan Media dan Kaitannya dengan 

Pada sesi berikutnya, Dr. Paala menjelaskan perjalanan sejarah perkembangan media di Filipina. Sebelumnya secara singkat Dr. Paala menyebutkan sejarah Filipina yang berkali-kali bersinggungan dengan bangsa asing hingga ada membentuk arah media di Filipina hari ini. Ia juga memberikan penjelasan mengenai cara berkomunikasi yang pernah digunakan oleh orang Filipina, baik verbal maupun non-verbal.

Media di Filipina terbagi atas era Spanyol, era Amerika, era Jepang, era Marcos, dan era media setelah Presiden Marcos hingga kini. Ada beberapa persamaan antara kondisi media di Filipina dan di Indonesia. Salah satunya ketika orde baru di Indonesia, media banyak dikendalikan dan bahkan dibungkam oleh penguasa. Pada periode yang sama, hal tersebut juga terjadi di Filipina. Dr. Paala juga memberikan pandangannya mengenai Kompas Gramedia sebagai grup media terbesar di Indonesia. Ia mengatakan bahawa Kompas Gramedia beruntung karena bisa menyesuaikan diri dengan penguasa di setiap era.

Pada masa modern ini, perkembangan media sudah jauh berbeda dibandingkan dengan masa media konvensional. Orang-orang di seluruh dunia dapat mengakses kejadian di negara mana pun secara real time. Hal ini dapat terjadi karena penetrasi internet yang sangat tinggi, di Filipina sendiri mencapai 73%.

“Karena biaya internet sudah semakin terjangkau, akses ke berbagai platform jejaring media, termasuk media sosial sudah semakin mudah. Platform media sosial, ditambah media siaran seperti radio, dan media cetak memberikan gambaran mengenai apapun yang terjadi di seluruh dunia dengan lebih cepat,” jelas Paala.

Menu